Tampilkan postingan dengan label TBI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TBI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Januari 2011

Tugas 3 Bahasa Indonesia

KALIMAT TRANSISI
Transisi merupakan mata rantai penghubung antarparagraf yang berfungdsi sebagai penghubung jalan pikiran dua paragraf yang berdekatan. Kata-kata transisional merupakan petunjuk bagi pembaca ke arah mana pikiran pengarang bergerak atau mengingatkan pembaca apakah suatu paragraf baru searah dengan paragraf sebelumnya. Di sisi lain transisi juga berfungsi sebagai penunjang koherensi dan kepaduan antarbab, antaranak bab, dan antarpragraf dalam satu karangan.

Kalimat transisi tak selalu harus ada dalam setiap karangan. Kehadirannya bila dirasa perlu demi kejelasan informasi. Selain itu, kalimat transisi tidak hanya terdapat dalam paragraf, melainkan bisa juga muncul dalam kalimat, antarparagraf, antaranak bab, dan antarbab.

Ada dua cara untuk menghubungkan dua paragraf, yaitu 1) cara implisit, dan 2) cara eksplisit. Hubungan implisit tidak ditandai oleh alat penanda transisi tertentu, namun hubungan antraparagraf masih dapat dirasakan. Sedangkan hubungan eksplisit dinyatakan oleh penanda transisi tertentu, seperti kata, kelompok kata, dan kalimat.

Secara garis besar alat penanda transisi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
- penanda hubungan kelanjutan, misalnya dan, lagi, serta, lagi pula, tambahan lagi;
- penanda hubungan urutan waktu, seperti dahulu, kini, sekarang, sebelum, setelah, sesudah, kemudian, sementara itu;
- penanda klimaks, seperti paling …, se-nya, ter-;
- penanda perbandingan, misalnya sama, seperti, ibarat, bagaikan, bak, laksana;
- penanda kontras, misalnya tetapi, biarpun, walaupun, sebaliknya, kendatipun;
- penanda urutan jarak, misalnya di sini, di sana, di situ, dekat, jauh, sebelah …;
- penanda ilustrasi, seperti umpama, contoh, misalnya;
- penada sebab-akibat/kausalitas, misalnya karena, sebab, oleh karena, akibatnya, karena itu, oleh karena itu;
- penanda kondisi, misalnya jika, jikalau, kalau, andaikata, seandainya;
- penanda kesimpulan, misalnya kesimpulan, ringkasnya, garis besarnya, rangkuman.



TUGAS
Membuat paragraf induktif dengan disisipi kalimat transisi



Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Semula, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika. Kata computer secara umum pernah dipergunakan untuk mendefiniskan orang yang melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa mesin pembantu. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1646 sebagai kata untuk "orang yang menghitung" kemudian menjelang 1897 juga digunakan sebagai "alat hitung mekanis". Oleh karena itu, selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikat dan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung. Charles Babbage mendesain salah satu mesin hitung pertama yang disebut mesin analitikal. Selain itu, berbagai alat mesin sederhana seperti slide rule juga sudah dapat dikatakan sebagai komputer. Dengan demikian, Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan.


KALIMAT TRANSISI PADA PARAGRAF DI ATAS ;
1. Oleh karena itu, selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikat dan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung

- Kata “oleh karena itu” merupakan penanda transisi yang tergolong dalam penanda sebab-akibat/kausalitas, contoh yang lainnya seperti; karena, sebab, oleh karena, akibatnya, karena itu.

2. Dengan demikian, Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan.

- Kata “Dengan demikian” merupakan penanda transisi yang tergolong dalam penanda kesimpulan, contoh yang lainnya seperti; kesimpulan, ringkasnya, garis besarnya, rangkuman.

......selengkapnya

Sabtu, 06 November 2010

Tugas 2 Bahasa Indoseia

Syarat kalimat yang benar ;
1. Bermakna
2. Gramatikal
3. Minimal terdiri dari subjek dan predikat.

Menganalisis benar atau tidaknya kalimat dalam wacana (bebas/ boleh di ambil dari wacana tugas yang lalu) ;
1. Warga Jalan Jelambar Utama 7 RT02/RW 11Jelamabar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, geger dengan adanya pohon talas hias dengan lafaz Allah dan Nabi Muhammad dalam bahasa Arab di daunnya.
Hasil analisis ; kalimat diatas sudah benar, berikut polanya ;
Subjek ; Warga Jalan Jelambar Utama 7 RT02/RW 11Jelamabar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat,
Predikat ; geger
Objek ; dengan adanya pohon talas hias dengan lafaz Allah dan Nabi Muhammad dalam bahasa Arab di daunnya.
2. Adalah Agus (35), pemilik pohon talas ajaib itu mengaku memelihara pohon itu udah setahun lebih.

Hasil analisis ; kalimat diatas masih salah.
Kemungkinan pembetulan kalimatnya adalah ; Agus memelihara pohon itu sudah setahun lebih.
Berikut polanya ;
Subjek ; Agus
Predikat ; memelihara
Objek ; pohon itu
Keterangan ; sudah setahun lebih
3. Takjub campur heran Agus lalu mengecek tanaman hias satu-satunya itu.
Hasil analisis ; kalimat diatas masih salah.
Kemungkinan pembetulan kalimatnya adalah ; Agus takjub bercampur heran setelah mengecek tanaman hias satu-satunya itu.
Berikut polanya ;
Subjek ; Agus
Predikat ; takjub bercampur heran
Keterangan ; setelah mengecek tanaman hias satu-satunya itu.
4. Setelah mengamati lebih dari lima menit dia baru yakin corak didaun talas itu adalah lafaz Allah dan Nabi Muhammad serta ayat Al-Qur’an.

Hasil analisis ; kalimat diatas sudah benar.
Berikut polanya ;
Keterangan ; setelah mengecek tanaman hias satu-satunya itu.
Subjek ; dia

Predikat ; baru yakin

Objek ; corak didaun talas itu adalah lafaz Allah dan Nabi Muhammad serta
ayat Al-Qur’an.

5. Bagi yang merasa kehilangan KRS tersebut harap mengambilnya di PSMA.

Hasil analisis ; kalimat diatas masih salah. Karena dalam kalimat tanpa subjek kalimat yang diawali preposisi (kata depan), lalu kata kerjanya menggunakan bentuk aktif (berawalan men- baik dengan atau tanpa akhiran kan).

Kemungkinan pembetulan kalimatnya adalah ; Yang merasa kehilangan KRS tersebut harap mengambilnya di PSMA.
6. Dengan masuknya program internet masuk desa bermanfaat sekali bagi masyarakat pedesaan.

Hasil analisis ; kalimat diatas masih salah. Karena dalam kalimat tanpa subjek kalimat yang diawali preposisi (kata depan), lalu kata kerjanya menggunakan bentuk aktif (berawalan men- baik dengan atau tanpa akhiran kan).

Kemungkinan pembetulan kalimatnya adalah ; Masuknya program internet masuk desa bermanfaat sekali bagi masyarakat pedesaan.

7. Sekarang saya tidak akan menanyakan lagi mengenai jawaban ujian, tetapi soal benar tidaknya jawaban itu.

Hasil analisis ; kalimat diatas masih salah. Karena mengacaukan dua bentuk yang benar, yaitu : Menanyakan jawaban ujian
Bertanya mengenai jawaban ujian.

8. Futsal hari ini ditunda berhubung pemain kurang dari 10.

Hasil analisis ; kalimat diatas masih salah. Karena pemakaian kata penghubung yang tidak sesuai antara pemakaian kata penghubung dan makna hubungan antar klausanya.

Kemungkinan pembetulan kalimatnya adalah : kata penghubung berhubung seharusnya diganti karena atau sebab

- Futsal hari ini ditunda karena pemain kurang dari 10.
- Futsal hari ini ditunda sebab pemain kurang dari 10.

......selengkapnya

Sabtu, 16 Oktober 2010

Tugas 1 Bahasa Indonesia

Daun Berlafaz Allah, Warga Grogol Geger

Warga Jalan Jelambar Utama 7 RT02/RW 11Jelamabar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, geger dengan adanya pohon talas hias dengan lafaz Allah dan Nabi Muhammad dalam bahasa Arab di daunnya. Mereka lantas berduyun – duyun melihat keajaiban tersebut.
Adalah Agus (35), pemilik pohon talas ajaib itu mengaku memelihara pohon itu udah setahun lebih. Agus berucap munculnya tulisan itu

diketahui dari minggu (10/10). “Kemunculannya habis magrib”,ujar Agus. Kamis (14/10) siang “Waktu saya ngeliyat pohon itu, lalu saya kaget ngeliyat ada tulisan Allah”, tuturnya.
Takjub campur heran Agus lalu mengecek tanaman hias satu-satunya itu. Setelah mengamati lebih dari lima menit dia baru yakin bahwa corak didaun talas itu adalah lafaz Allah dan Nabi Muhammad serta ayat Al-Qur’an.
Eli istri Agus istri nggak kalah kaget dan takjub ngeliyat keanehan itu. “Habis itu saya bilang ke ustaz Tulus Basuki , tokoh agama disini,” ujar Agus. “Kata Ustaz Tulus itu merupakan kebesaran Allah, dan bisa jadi berkah buat semua,” ucap Agus.
Hingga kemarin warga terus berbondong-bondong buat ngeliyat pohon ajaib tersebut.sebagian mereka bahkan melakukan do’a biar dapat keselamatan dari Allah. Ustaz Tulus ngingetin masyarakat biar jangan percaya sama pohon itu, karena bisa membawa kesesatan dan bisa nimbulin sirik.

Daftar kata dan diksi yang salah (kurang tepat) dalam wacana.
NO -> SALAH -> BENAR -> ALASAN
1 Geger -> Heboh -> Kata geger bukanlah kata yang baku
2 lafaz -> lafadz -> Tidak baku
3 Memelihara pohon -> Merawat pohon -> Kata memelihara kurang cocok jika diikuti kata pohon.
4 Udah setahun -> Sudah setahun -> Tidak baku
5 Berucap -> Mengatakan -> Tidak baku
6 Dari minggu -> Sejak minggu -> Tidak baku
7 Habis magrib -> Setelah/sesudah maghrib -> Tidak baku
8 Waktu -> Pada saat -> Tidak baku
9 ngeliyat -> melihat -> Tidak baku
10 Kaget -> Terkejut -> Tidak baku
11 Takjub campur heran -> Takjub bercampur heran -> Tidak baku
12 Mengecek -> Memeriksa -> Kurang tepat
13 Nggak -> Tidak -> Tidak baku
14 Bilang -> Mengatakan -> Tidak baku
15 Ustaz -> Ustadz -> Tidak baku
16 Jadi berkah -> Menjadi -> berkah Tidak baku
17 Buat semua -> Untuk semua -> Tidak baku
18 Hingga -> Sesampainya -> Tidak baku
19 Terus berbondong-bondong -> Terus berdatangan/ terus berduyun - duyun -> Tidak baku, karena berbondong-bondong lebih tepat jika diikuti dengan kata bendanya adalah berupa hewan. Contoh: burung itu berbondong-bondong
20 Biar dapat -> agar memperoleh -> Tidak baku
21 Ngingetin -> menghimbau/mengingatkan -> Tidak baku
22 jangan percaya sama pohon itu -> jangan percaya kepada pohon tersebut -> Tidak baku
23 Nimbulin -> Menimbulkan -> Tidak baku
24 Sirik -> Syirik -> Tidak baku

......selengkapnya

Arsip Blog

Tempate Ngobrol


ShoutMix chat widget